Hai
guys! Tak terasa tahun 2014 sudah memasuki bulan Februari.
It's
Valentine's Day! Coming soon for February, 14 .
Pastinya
banyak sekali orang yang merayakan hari tersebut terutama aku sebagai kalangan
remaja, wih.
Dan
mungkin selama ini kita kerap kali merayakan hari Valentine tanpa mengetahui
darimana datangnya tradisi tersebut dan apa makna yang sesungguhnya. Yang kita
selama ini kita tahu dari hari Valentine hanyalah hari yang penuh kasih sayang
dan hari dimana ketika orang saling bertukar kado atau sekedar memberikan
cokelat. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa hari Valentine adalah hari yang
dominan dalam mencari pasangan ataupun sekedar berkencan mesra dengan pasangan.
Oleh karena itu, disini aku bakalan sharepost tentang Hari Valentine. Jangan
hanya sekedar ikut-ikutan, tanpa mengetahui arti penting dari tradisi perayaan
hari tersebut. Berikut adalah beberapa sejarah Valentine yang mungkin dapat
membantu kita dalam mengenal asal perayaan hari tersebut :
Sejarah Yang
Pertama
Valentine adalah nama dari seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III.
Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal
sangat kejam. Ya, Valentine sangat membenci Kaisar tersebut. Claudius sangat
berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di
kerajaannya bergabung di dalamya. Namun sayangnya keinginan ini kurang mendapat
dukungan, dikarenakan pada saat itu kaum pria enggan terlibat dalam peperangan.
Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya, hal ini membuat
Claudius marah besar. Dia segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan
sebuah ide gila.
Saat itu Claudius berfikir bahwa jika pria tidak menikah, maka dengan senang
hati mereka akan bergabung dengan militer. Lalu disaat itu juga Claudius
melarang adanya pernikahan, dengan harapan pasangan muda saat itu menganggap
keputusan ini sangat tidak masuk akal. Namun lagi-lagi usaha keji Claudius
digagalkan oleh St. Valentine, saat itu Valentine menolak untuk melaksanakan
aksi gila sang Kaisar. Tanpa rasa takut Valentine tetap melaksanakan tugasnya
sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta
meskipun ritual ini dilakukan secara rahasia. Akan tetapi Claudius mencium
adanya suatu pembrontakan dan sang Kaisar pun langsung memberikan peringatan
keras terhadap Valentine. Namun lagi-lagi usaha sang Kaisar tidak membuahkan
hasil, St. Valentine sama sekali tidak menggubris peringatan tersebut dan tetap
memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi oleh cahaya
lilin.
Sampai pada suatu malam, Valentine tertangkap basah oleh sang Kaisar ketika dia
tengah memberkati salah satu pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Saat
itu Claudius benar-benar sangat murka terhadap Valentine. Lalu sang Kaisar
memerintahkan salah seorang prajuritnya untuk menangkap Valentine, namun
pasangan yang tengah diberkati tersebut berhasil lolos dan melarikan diri.
Hingga pada akhirnya Valentine dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman
mati dengan cara dipenggal kepalanya. Bukannya dihina oleh orang-orang, St.
Valentine malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya itu. Mereka
melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia
ditahan.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri
penjaga penjara sendiri. Sang ayah mengijinkan putrinya untuk mengunjungi St.
Valentine. Tak jarang mereka berbicara lama sekali. Gadis itu menumbuhkan
kembali semangat sang pendeta. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan
hal yang benar alias benul eh betul. Pada hari saat ia dipenggal alias
dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari gak tahu tahun berapa, St.
Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir
penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu. Pesan itulah yang
kemudian mengubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai
belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang
merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara
kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.
Sejarah Yang Kedua
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis
adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, yang dimana dipercayai bahwa
tanggal 14 Februari adalah hari dimana ketika burung sedang bermusim mencari
pasangan untuk kimpoi. Kepercayaan ini ditulis pada karya sastrawan Inggris
Pertengahan bernama Geoffrey Chaucer. Didalam ceritanya, Ia menulis sebuah
kalimat "Parlement of Foules" (Percakapan Burung-Burung) yang
didalamnya terkandung kalimat " For this was sent on Seynt Valentyne’s day
" (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus). Whan every foul
cometh ther to choose his mate (Saat semua burung datang ke sana untuk memilih
pasangannya).
Di zaman tersebut, saling bertukaran catatan pada hari valentine dan memanggil
pasangan Valentine mereka adalah suatu hal yang lazim bagi mereka yang saling
mencintai. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan
bagian dari koleksi naskah British Library di London, yang kemungkinan besar
banyak legenda-legenda mengenai Santo Valentinus diciptakan pada zaman sekarang
ini. Dan beberapa di antaranya bercerita bahwa sore hari sebelum Santo
Valentinus bertemu dengan ajalnya sebagai seorang yang martir (mati syahid), ia
telah menuliskan sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir
penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu". Ketika serdadu Romawi
dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, Santo Valentinus secara rahasia
membantu menikahkan mereka diam-diam.
Sejarah Yang Ketiga
Menurut Tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan
pertengahan Februari adalah bulan Gamelion. Bulan Gamelion adalah bulan yang
dimana pada saat itu berlangsungnya pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. Pada
zaman Romawi kuno, tanggal 15 Februari adalah tanggal yang dikenal sebagai hari
raya Lupercalia. Sebuah perayaan Lupercus, Dewa kesuburan, yang dilambangkan
setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Perayaan tersebut bertujuan
sebagai ritual penyucian, yang dimana para Pendeta Lupercus akan
mempersembahkan korban sembelihan kambing kepada Dewa. Setelah meminum anggur,
mereka akan berlari-lari disekitar jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit
domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan. Sebagian ahli sejarah
mengatakan ini sebagai salah satu sebab cikal bakal Hari Valentine.
But...
Tahun
lalu, waktu acara Maulid Nabi di sekolahku katanya sih bagi islam kita
tidak boleh merayakan hari valentine. Katanya sih haram, percaya gak
percaya sih terserah kalian yaa-_- Banyak kok pernyataan tentang
dilarangnya merayakan hari valentine seperti bertukar cokelat memberi
kado seperti bunga, boneka dan sebagainya.
Tapi mungkin kalo ngasih juga gakpapa =D kan ngasih nggak tukeran gitu :p *kode
Kalo aku sih cuek, mau valentine atau nggak. Itu nggak ngaruh buat hidupku eaaaa :v