Kamis, 06 Februari 2014

Hormones The Series : The Confusing Teens






Hormones The Series adalah Serial TV Thailand 2013 yang diproduksi oleh GTH dan disutradarai oleh Songyos Sugmakanan. Serial ini memiliki permasalahan yang berbeda dibandingin serial lainnya. Hormones The Series menceritakan masalah kehidupan remaja, sekolah, popularitas, persahabatan, cinta, persaingan, perkelahian bahkan serial ini nggak takut buat nayangin masalah seks bebas di kalangan remaja. Seri ini mempunyai 2 season, serial season kedua ini  telah diumumkan dan akan dirilis pada Mei 2014.

Nah, perkenalkan nama pemain Hormones The Series :

1. Pachara Chirathivat (Peach) as Win
Dalam serial ini Win seorang anak yang memiliki rasa percaya diri. Dia jeli, memiliki keberanian untuk mengekspresikan pandangannya tidak seperti teman-temannya, dan dia berpikir bisa menjadi pusat dari siswa yang lain.


 
Twitter & ig : @peach_pachara
Official Twitter Fanpage : @PPEACHCLUB
Official Fansite : www.PPEACHCLUB.com



























 
2. Ungsumalynn Sirapatsakmetha (Patti) as Kwan
Kwan seorang gadis yang sempurna, yang memiliki nilai tertinggi dan  siswa teladan di sekolah. Dia rapi dan patuh, tapi dia tinggal di rumah dengan keluarga yang berantakan.
Twitter : @pattieung
ig : pattieung13



 

3. Sutatta Uudomsilp (Punpun) as Toei
Toei seorang gadis ceria dan ramah. Teman-temannya menyebutnya "slut" karena dia  memiliki banyak teman lawan jenis. Twitter : @punniepun
ig : @punpun_sutatta






































4. Juthawut Pattarakhumpol (March) as Phoo
Phoo seoranga anak yang bingung apakah dia gay atau tidak. Dia adalah mantan pacar Toei.
Twitter/ig : @marchutavuth
 
 


5. Sirachuch Chienthaworn (Michael) as Mhog
Mhog seorang anak yang damai dan suka mengambil foto. Dia adalah teman terbaik Win bersama Tar dan selalu mengambil sisi tengah.
ig : @michaelsirachuch
Michael tidak punya akun twitter

 

6. Gun Chunhawat (Gun) as Tar
Tar seorang anak band sekolah, ia menjadi gitaris. Dia juga teman Win. Ia jatuh cinta dengan Toei, teman sekelasnya. Twitter/ig : @gunnjunhavat


 














7. Sananthachat Thanapatpisal (Fon) as Dow
Dao seorang gadis pemimpi dengan orang tua overprotektif. Setelah dia tidur dengan pacarnya, dia takut hamil. Di serial, ia adalah yang termuda di antara karakter utama, yang berada di kelas 11. Dia adalah klub jurnalistik Kwan.
Twitter : @fon_sntc
ig : @sananthachat

Official Fansite : ฝน ศนันธฉัตร ธนพัฒน์พิศาล(fanclub)






8. Thanapob Leeratanakajorn (Tor) as Phai
Phai seorang anak nakal di sekolah. Dia suka bertengkar dengan siswa dari sekolah lain, tapi setelah ia ditahbiskan, ia menjadi orang yang baik. Tor tidak punya akun twitter/fb/ig











9. Supassara Thanachart (Gao) as Sprite
Sprite seorang gadis yang terlibat dalam seks bebas. Mantan teman terbaik Kwan, tetapi kemudian mereka menjadi teman lagi.
Twitter : @supassra_bliss
ig : @supassra_sp


 
HORMONES THE SERIES
Daftar Episode Season 1

Episode
Nama
Siaran
Tentang




0
Special
18 May 2013
Behind the scene
1
Testosterone
25 May 2013
Cerita Win
2
Dopamine
1 June 2013
Cerita Tar
3
Endorphin
8 June 2013
Cerita Sprite
4
Serotonin
15 June 2013
Cerita Mhog
5
Estrogen
22 June 2013
Cerita Toei
6
Dopamine
29 June 2013
Cerita Phoo
7
Adrenaline
6 July 2013
Cerita Phai
8
Progesterone
13 July 2013
Cerita Dao
9
Cortisol
20 July 2013
Cerita Kwan
10
Testosterone VS Estrogen
27 July 2013
Cerita Win dan Kwan
11
Oxytosin
3 August 2013
Semua pemain
12
Growth Hormone
10 August 2013
Semua pemain
13
Hormones
17 August 2013
Hasil
14
Special : Way of life
24 August 2013
Behind the scene





Dvs
 

Senin, 27 Januari 2014

Pidato : Tema "Menjaga Kebersihan Lingkungan di Sekolah"


Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia dan bahan Ujian Praktek

Assalamualaikum. Wr. Wb.
Yang terhormat Kepala SMP Negeri 1 Pati
Yang saya hormati dewan guru serta staf tata usaha SMP Negeri 1 Pati
Dan teman-teman yang saya cintai


Ucapan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat bertemu di tempat ini. Pada kesempatan kali ini perkenankan saya menyampaikan pidato dengan tema “Menjaga Kebersihan Lingkungan di Sekolah”

Hadirin yang berbahagia,
Lingkungan merupakan tempat hidup bagi semua makhluk hidup. Oleh karena itu kita harus menjaga kelestarian lingkungan kita agar kita dapat hidup dengan nyaman. Salah satu cara menjaga kelestarian lingkungan adalah menjaga kebersihannya. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil, tetapi terkadang sangat sulit dilakukan.Contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya.
Saat ini kesadaran untuk menjaga kebersihan di sekolah sebagai seorang murid sangatlah kurang. Dilihat dari lingkungan sekolah kita yang masih terdapat sampah yang berserakan, entah sampah plastik makanan, minuman, atau kertas. Padahal tempat sampah yang disediakan sekolah sudah memadai. Di setiap sudut sekolah terdapat tempat sampah, di dalam kelas pun terdapat tempat sampah. Namun tidak adanya kesadaran dari kita untuk membuang sampah pada tempatnya sebagai wujud menjaga kebersihan lingkungan sekolah kita.
Selain membuang sampah pada tempatnya, kita juga dapat menjalankan piket kelas sebagai tindakan menjaga kebersihan lingkungan di sekolah dan biasakan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya sebelum dimasukkan ke tempat sampah.
Jenis sampah dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.    Sampah Basah yaitu sampah yang mudah terurai dan membusuk.
 contoh: sisa makanan, sayur, buah-buahan, sampah kebun dan sampah dapur.
2.    Sampah Kering yaitu sampah yang tidak bisa membusuk dan terurai secara alamiah.
 contoh: kertas, kardus, plastik, karet, kaca, kaleng dan lain-lain.
3.     Sampah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun) yaitu sampah beracun dan reaktif yang sangat    membahayakan kesehatan dan kehidupan organisme.
contoh:  baterai, cat, pestisida, sampah rumah sakit, dan lain-lain.


Tapi tempat sampah yang biasa disediakan hanya 2 jenis, yaitu sampah basah dan sampah kering.
Tetapi, pemisahan sampah basah dan sampah kering tersebut waktu dibuang akhirnya disatukan kembali.
Hal ini harus ada kerjasama antara pemerintah dan sekolah untuk pembuangan sampah basah dan sampah
kering sehingga mengurangi pencemaran lingkungan.

Hadirin yang berbahagia,
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan ini saya berharap teman-teman  peduli dan sadar dengan
pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan kita.

Hadirin,
Sekian yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat. Apabila ada tutur kata dan tingkah laku
yang kurang berkenan, saya mohon maaf, terimakasih.
Wassalamualaikum. Wr.Wb.

Selasa, 24 Desember 2013

Star★Queen♚

Member of StarQueen :
1. Mutiara Tsani Rosyida
2. Devi Septi Andriani
3. Mira Hardani
4. Dara Novia Lestari
5. Devi Rinditia
6. Elisabeth Andita Putri Permatasari
7. Yashinta Yuliana Putri
8. Titania Agustin
9. Yuni Widianingrum

» Saat kita latihan nih di kelas. Masih gak serius.
   















» Sebelum pentas nih foto-foto dulu :D #SQ














» StarQueen show's! GO FIGHT WIN!


»Yeeey, selesai! Foto bareng anggota DDC, guys!
  Mading 9B unyu-unyu yaa :* Go Green or Die!

Jum'at, 20 Desember 2013
StarQueen Juara 2 :)
Devisa. Just share for fun. This is my precious memories in my life with friends!

Jumat, 29 November 2013

Cerpen : Kamu dan Dia

Dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia, maklum kalo jelek atau gimana. Just share! ;)

KAMU dan DIA

Pandanganku buram, mataku merah. Sulit memang. Membendung air mata yang membuat dadaku sesak. Sakit... Ku berlutut di tanah merah, menaburkan beberapa petikan bunga sembari memegang batu nisan seseorang yang ku sayang, dulu... Namun aku harus kuat. Karena sekarang, disampingku ada seorang laki-laki yang telah menggantikan dirimu, Agam.
        Pagi yang cerah, matahari menampakkan dirinya membuat suasana upacara di SMA Cellow kian ramai. Hai, perkenalkan namaku Lunariana Nindy, anak kelas X IPA-2 sekaligus wakil ketua OSIS, hehe. Disini aku lagi ngomelin Mila Stevanni, sahabatku. “Duh Mila, kamu itu hyperaktif banget sih. Diem bentar napa? Dengerin tuh pidatonya Bu Sri, bermanfaat tau!” omelku berbalik ke belakang menghadap Mila. “Males aah, sumuk, panas juga. Kapan selesai sih upacaranya?!” sungut Mila. “Diem deh. Aku juga....” Aku melongo, omelanku terputus karena sosok cowok tinggi, berwajah Indo-Barat itu lewat di depanku dan Mila. “Apa? Juga kenapa Na?” tanya Mila kebingungan. “Haaa? Gak papa. Eh la, cowok yang barusan lewat ke arah UKS itu siapa ya?” “Oh itu... Anak X IPS-1 sekelas sama aku, namanya Agam Rizqiawan. Wajah bule, ganteng lagi, dia itu.....” Buuukk! Pak Jo memukul lenganku dan Mila ringan yang sedari tadi ramai. Kita berdua meringis menahan sakit.
Di kantin.....
Aku dan Mila mengobrol membicarakan Agam. “Agam itu anak baru?” tanyaku sambil menyeruput jus sirsat dan menikmati sepotong cheesecake. “Gak kok, dia itu emang jarang keluar dari kelas.”  “Orangnya kek gimana?” “Baik, supel, cool, pinter tapi kadang ngeselin juga. Cewek-cewek kelasku pada suka sama dia, bule lagi. Dih, lho naksir ya kok kepo gitu sih” Aku tersedak. “Uhuukk.. Hah? Apa? Gak, trus kalo kepo berarti naksir gitu?” “Ya enggak juga sih, hehe.”
Aku berbohong. Aku menyukai Agam, namun aku menutupinya. Aku hanya bisa memerhatikan Agam dari jauh. Terkadang, aku mampir ke kelas Mila sekedar ngobrol atau mengamati Agam diam-diam. Jelas, modus. Atau bisa saja aku memancing Mila untuk menceritakan semua tentang Agam.
3 bulan kemudian.....
Kian hari, benih-benih cinta mulai tumbuh semakin dalam di hatiku mengenai Agam. Ingin sekali menyatakan perasaanku ini, perasaan yang mengusik relung hatiku. Tapi kapan? Untunglah ada Andre Alfario, teman sekelasku sekaligus teman dekat Agam. Andre itu orangnya baik, keren, lucu, pinter. Aku dan Andre kian dekat dan akrab. Curhat, belajar kelompok bareng, yah.. Sampai-sampai teman-teman lain mengira kita ada ikatan berpacaran padahal enggak sama sekali, hanya teman akrab. Dengan dibantu Andre, Aku sepakat untuk menyatakan semua perasaanku pada Agam besok hari Rabu.
Pagi sekali, Aku menuju kelas X IPS-1 menaruh  secarik kertas di ikat oleh pita berwarna biru di kursi tempat Agam duduk. Berharap semoga semuanya berjalan lancar. Tet..teet..tetttt! Bel jam istirahat berbunyi. Aku menunggu di taman belakang sekolah dengan Andre yang sedang menggambar pohon jambu untuk tugas seni rupa.
“Ndre, kok lama yaa Agam. Gak dibaca kali suratnya...” kataku lemes.
“Sabar Na, paling lagi jalan. Agam jalannya kayak keong emang.” ujar Andre cuek.
“Hahaha, tapi kan lebih cepet Agam”
“Lebih cepet aku lah” omel Andre ngeyel.
“Yeeeee” ledek ku sambil menjulurkan lidah ke Andre.”Eh eh ada Mila tuh, diem diem!” perintahku pada Andre. Andre mengangguk tanda mengiyakan.
“Lunaaaaaa!!! Iih, dicari-cari malah ada disini. Ngapain?” teriak Mila.
“Emm, lagi pengen ke taman aja, pemandangannya ternyata lebih bagus daripada di lapangan.” Duh, mampus. Ngaco-ngaco  batin ku.
“Oh... gitu, aneh. Ah udahlah, aku punya kabar bagus nih. Tau gak? Aku hari ini lagi seneng banget.” Ujar Mila antusias.
“Oyaaa? Pasti baru jadian yaa, ditembak cowok yaa? Siapa?” cerocosku.
“Dih, sahabatku ini paling tau deh. Hihihi”
“Yaa dong, aku gitu. Masak udah sahabatan 7 tahun gak tau sih gerak-gerik sahabatnya.”
“Haha, ya deh. Yups, aku kemarin emang ditembak cowok. Udah 3 bulan ini deket, sekelas sama aku kok. Orangnya Agam! Aku sekarang pacaran sama Agam, Na! Surprise deh, fans-fansnya aja pada kaget setelah denger kabar itu.” ujar Mila dengan wajah yang berseri-seri sambil mengguncang-guncang badanku.
“Apaaa?! Agam Rizqiawan bule itu?” tanyaku kaget.
“Yaaaps, bener banget. 100 buat kamu, hehe.”
Jleeebb! Nafasku tak teratur, ku bendung air mata ini. Bagaimana bisa Agam dengan Mila, sahabatku sendiri? Sakit sekali rasanya seperti ditusuk oleh 1000 pisau, entahlah. “Naa, kamu kenapa? Kok pucet gitu?” tanya Mila. “Gak papa, aku ke toilet dulu ya, kebelet nih. Daaa.” Kutinggalkan Mila. Masa bodoh dengan Agam dan Andre. Berantakan! Tuhan... kenapa harus Mila? Bagaimana bisa? Aku tak tau harus berbuat apa. Aku hanya bisa menangis. Menumpahkan seluruh beban, sakit yang ada dipundakku. Perih. Mengapa cinta itu menyakitkan? Mengapa cinta itu tak berpihak kepadaku?
4 bulan kemudian.....
Bel istirahat berbunyi... Aku keluar kelas. Ramai sekali anak-anak kelas X, XI dan XII mengerumuni mading, aku penasaran. Apa yang terjadi? pikirku. Aku ikut berdesak-desakkan hingga akhirnya aku bisa berada di depan mading. Ku telusuri... Apa ada yang berubah? Nah, lhoo? Astaghfirullahalazim! Agam.... Me-ning-gal? Ke-ce-la-ka-an? Gak, gak mungkin. Dunia serasa berputar, aku jatuh pingsan.
UKS.....
“Naaa.. bangun!!” teriak Mila.
“Na, kamu udah sadar?” tanya Andre.
“Haaah? Aku kenapa?” tanyaku sambil memegang kepala yang pusing ini.
“Kamu tadi pingsan di depan mading.” jawab Andre.
“Haaa? Agam gimana? Dia beneran.....” aku tak kuat tuk mengatakan kata selanjutnya, mungkin itu hanya mimpi. Aku menoleh ke Mila, meminta jawaban.
“Andre udah cerita semuanya sama aku. Na, maafin aku yaa. Aku gak tau kalau kamu ternyata sayang banget sama Agam. Dan meninggalnya Agam karena salahku, Agam ditabrak truk gara-gara aku. Seharusnya Agam gak usah jemput aku di Palmerah. Seharusnya aku bisa aja naik taksi. Aku emang salah, maafin aku Na. Aku juga gak bisa jadi sahabat yang baik buat kamu. Aku jarang nyempetin waktuku buat kamu, curhat, jalan-jalan... Maafin aku Na.” Mila menangis.
Aku tak bisa berkata apa-apa. Ku luapkan semuanya dengan menangis. Sakit, kesal, marah, benci... Campur jadi satu. Andre hanya bisa terdiam menunduk tak tau harus bagaimana. Aku menyesal tak menyatakan perasaanku pada Agam.
Sahabat.... Cinta.... Kenapa aku tak bisa memiliki keduanya?
Sore yang mendung, seolah langit ikut berduka. Aku dan Andre berlutut di samping makam Agam. Luna... Gak boleh nangis, ini kedua kalinya kamu disini. Kuat!  batinku. Sulit. Membendung air mata yang membuat dadaku sesak. Tes...tes... tak bisa ku tahan lagi. Air mata ini menetes berebut turun.
“Naa... Nangis itu wajar. Tapi jangan sampe terus menerus ya?” sahut Andre.
Aku tak bisa berkata apa-apa, hanya bisa mengangguk lemah.
Hening sesaat... Hanya terdengar isakanku mereda.
“Na, Agam beruntung ya di sayang sama cewek sebaik kamu....” ujar Andre sambil tersenyum.
Aku menoleh menatap mata Andre. Andre melanjutkan perkataannya.
“...Tapi aku jauh lebih beruntung karena sekarang aku milik kamu. Iyaa kan?” Seulas senyum manis mengembang teruntukku, lebih manis dari siapapun. Aku balas tersenyum semanis mungkin.
Aku berdiri. Andre ikut berdiri. Kita berdua pergi meninggalkan pemakaman menuju mobil.

Terimakasih Agam untuk segalanya...
Sekarang penggantimu ada disisiku...
Andre.